top of page
Search

OTT SERVICES : THE DIGITALIZED CINEMA (FEATURE)

  • Dec 1, 2020
  • 5 min read

Updated: Dec 15, 2020



KNOWING THE SERVICE!


2020 menjadi tahun yang penuh dengan cobaan bagi masyarakat dunia. Sejak akhir tahun 2019, virus Covid-19 yang bermula dari kota Wuhan, Cina menyebar ke seluruh dunia hingga akhirnya dinyatakan sebagai pandemi. Aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi demi menurunkan resiko penularan virus ini. Masyarakat pun akhirnya perlu beradaptasi untuk melakukan segala kegiatan mereka di rumah saja, termasuk dalam bidang hiburan.


Masyarakat kini terbatas untuk mencari hiburan sehari-hari mereka di rumah saja. Salah satu bentuk hiburan yang paling terdampak oleh adanya pandemi ini ialah bioskop konvensional. Bioskop di seluruh Indonesia pada awal masa pandemi terpaksa ditutup karena dapat menciptakan kumpulan masyarakat yang mampu meningkatkan risiko penularan virus Covid-19. Oleh karena itu masyarakat tidak dapat memperoleh hiburan dari menonton di bioskop selama pandemi. Akibat adanya pandemi ini juga, film-film yang sebelumnya telah direncanakan untuk dirilis pada tahun 2020 akhirnya terpaksa untuk diundur tanggal perilisannya atau dialihkan media yang digunakan untuk memasarkan film tersebut kepada masyarakat.


Alternatif bagi masyarakat untuk mampu mengakses konten audio visual yang biasanya hanya bisa ditonton di bioskop ialah dengan berlayanan platform media berbasis OTT. Layanan OTT atau over-the-top sendiri merupakan layanan yang menghadirkan berbagai macam konten audio visual baik itu merupakan film, serial, hingga acara-acara televisi yang mana ia menghadirkan konten-konten tersebut melalui internet. Layanan ini dapat digunakan selama kita memiliki perangkat yang sesuai serta koneksi internet sehingga kita dapat mengakses berbagai macam kontennya di rumah saja.


Selama pandemi Covid-19, layanan OTT diminati oleh masyarakat karena aksesnya yang mudah dan dapat dilakukan cukup dari rumah saja. Layanan OTT menjadi pengganti bioskop sebagai penyedia konten hiburan berbentuk audio visual. Terdapat beberapa artikel berita diantaranya di alinea.id dan kontan.co.id yang menyatakan bahwa penggunaan layanan OTT meningkat karena adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu kami melakukan survey kepada masyarakat mengenai penggunaan layanan OTT selama pandemi Covid-19.


Dari kuesioner yang kami bagikan kepada masyarakat, kami mendapatkan 65 buah respon yang diterima dengan 90% dari responden merupakan mahasiswa berusia 18-25 tahun. Banyak dari responden yang menyatakan bahwa setelah adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, mereka banyak menghabiskan waktu di rumah mereka dengan menonton konten video baik itu berupa video Youtube, film, hingga series. Kebanyakan dari mereka juga menyatakan bahwa durasi menonton konten-konten tersebut bertambah sejak adanya pandemi. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa “iya sih sejujurnya hiburan selama pandemi itu ya streaming series atau film dan nonton konten-konten youtube”.


Dari berbagai macam konten yang ada, 5 konten teratas merupakan video Youtube, Film, Netflix Series, TV Series, dan Web Series. Semua konten tersebut dapat kita akses dengan menggunakan layanan OTT yang ada. Untuk mengakses konten-konten tersebut pula, 63.1% dari responden kami menggunakan layanan OTT untuk bisa menontonnya. Oleh karena itu dapat kita bilang bahwa akses layanan OTT menjadi bertambah semenjak adanya pandemi Covid-19 dan orang-orang terpaksa untuk berdiam diri di rumah.


Layanan OTT menjadi layanan yang banyak digunakan oleh anak muda untuk mampu mengakses hiburan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Hampir setengah dari responden kami yakin bahwa mereka akan tetap berlangganan layanan OTT meskipun pandemi Covid-19 telah usai. Sementara itu, lebih dari setengah dari jumlah seluruh responden berpendapat bahwa kehadiran layanan OTT dapat menggantikan bioskop konvensional yang ada.

Apa saja sih yang membedakan antara layanan OTT dan bioskop konvensional?


OTT vs. CINEMA?


1. The Contents


Salah satu hal yang menjadi pembeda antara layanan OTT dengan bioskop konvensional ialah konten-konten yang dihadirkan di dalamnya. Apabila kita menonton di bioskop, yang bisa kita saksikan disana hanyalah film-film yang sedang tayang pada periode itu saja. Apabila kita ingin menonton film itu lagi, kita perlu membeli lagi tiket untuk menonton di bioskop.


Berbeda dengan bioskop konvensional, layanan OTT menawarkan berbagai macam konten yang lebih bervariasi. Film-film yang telah tayang di bioskop bisa kita saksikan di layanan OTT, namun kita harus menunggu beberapa bulan sebelum film itu dirilis pada layanan OTT. Terkadang layanan OTT sendiri memiliki film yang mereka produksi tetapi tidak dirilis di bioskop dan bisa kita saksikan hanya pada layanan OTT itu saja seperti pada aplikasi Netflix. Selain film, terdapat series juga yang memiliki banyak episode dengan banyak musim sehingga kita tidak akan kehabisan konten untuk disaksikan. Aplikasi seperti Viu bahkan selain memiliki series, ia juga memiliki variety show serta reality show. Akan tetapi, setiap layanan OTT memiliki jenis konten yang berbeda-beda sehingga apabila kita ingin bisa mengakses semua konten tersebut, kita harus berlangganan berbagai layanan.


2. The Facility


Perbedaan fasilitas yang ditawarkan antara layanan OTT dengan bioskop konvensional tentunya sangatlah jelas. Bioskop biasa menyediakan ruangan besar yang bisa diisi dengan penonton dengan jumlah yang besar pula. Selain itu layar yang digunakan juga sangat besar dengan kualitas tayangan video yang dijamin berkualitas bagus. Perangkat suara yang digunakan juga berkualitas tinggi sehingga mendukung suasana menonton film. Di dalam bioskop para penonton dapat fokus dalam menonton film yang ditayangkan tanpa banyak gangguan sehingga pesan yang disampaikan oleh film pun dapat diterima oleh penonton lebih baik. Banyak bioskop juga yang menyediakan cemilan untuk menonton sehingga penonton tidak akan merasa kebosanan. Layanan bioskop hanya dapat dinikmati di beberapa tempat saja seperti mall. Para penonton diharuskan untuk pergi dari rumah mereka untuk dapat menonton.


Pada layanan OTT, para penonton dapat mengakses berbagai macam konten melalui berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, serta laptop. Hal ini memungkinkan bagi para penonton untuk menonton konten-konten yang ditawarkan dimanapun dan kapanpun. Penggunaan layanan OTT lebih sederhana apabila dibandingkan dengan menonton ke bioskop. Namun apabila perangkat yang digunakan berpengaruh terhadap kualitas menonton konten yang ada. Kualitas audio serta video tergantung dari perangkat yang digunakan dan tidak bisa semaksimal di bioskop. Selain itu koneksi internet yang bagus juga dibutuhkan sehingga saat menonton tidak akan terganggu. Sensasi menonton menggunakan perangkat sendiri dengan menonton di bioskop juga sangatlah berbeda karena bedanya teknologi yang digunakan.


3. The Price


Harga tiket untuk dapat menonton berkisar dari mulai 25.000 rupiah hingga 100.000 rupiah untuk satu (1) kursi penonton. Satu tike tersebut hanya dapat digunakan oleh satu orang untuk menonton satu buah film. Selain itu kita juga perlu merogoh uang untuk transportasi dari rumah ke bioskop apabila lokasinya cukup jauh.


Pada layanan OTT, banyak diantaranya yang memberikan konten secara gratis, akan tetapi di sela-sela menonton terkadang muncul iklan yang mungkin bagi beberapa orang dapat mengganggu suasana saat menonton. Untuk bisa menonton tanpa iklan serta menonton konten-konten yang sebelumnya tidak dapat dibuka, para penonton bisa berlangganan layanan OTT tersebut. Harga setiap platform berbeda-beda, ada yang mulai Rp.30.000 per bulannya dan akan lebih murah apabila membeli paket setahun penuh. Bisa dibilang bahwa layanan OTT cenderung lebih murah dibandingkan dengan bioskop larena dengan harga yang sama, kita bisa menonton lebih banyak konten. Akan tetapi setiap platform OTT memiliki konten yang berbeda-beda sehingga apabila ingin menonton semua konten yang ada, kita perlu berlangganan berbagai platform.


Berdasarkan hasil dari survey terdapat beberapa responden yang mengatakan bahwa layanan OTT memungkinkan untuk menggantikan bioskop, sementara responden lainnya tidak setuju dengan hal tersebut. Apakah menurut kalian OTT dapat menggantikan bioskop? Setelah mengetahui berbagai hal mengenai layanan over-the-top, apakah kini sudah terpikirkan untuk berlangganan?

 
 
 

Comments


© 2023 by Wottching. Proudly created with Wix.com

Contact Us 

Thanks for submitting!

bottom of page